Tag Archives: mim

Sifat MIM Sukun

25 Oct

Saudaraku…

Khuruf  MIM  Sukun mempunyai sifat yang unik.

Disebut unik, karena suaranya berubah-ubah. Perubahan itu bergantung pada khuruf-khuruf yang mengikutinya. Hal itu tidak terjadi pada khuruf selainnya.  Karena keunikannya itulah, dalam pembahasan tajwid, pembahasan tentang sifat MIM  sukun dipisahkan dalam satu bab tersendiri, agar lebih mendapatkan perhatian.

Saudaraku….

Khuruf  MIM  Sukun (mati) menghasilkan suara konsonan “M”. Konsonan “M” itulah yang akan menjadi pokok pembahasan, karena sifatnya yang berubah-ubah.

Saudaraku….

Berikut ini adalah ringkasan dari sifat bunyi ‘M”:

  1. Bunyi “M” mempunyai sifat tetap (yaitu tetap dibaca “M” dan jelas dibaca “M”/tidak dengan suara lainnya) ketika diikuti oleh selain khuruf MIM dan BA sesudahnya . Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDH-HAR SYAFAWI. Durasinya adalah 1 ketukan saja.
  2. Bunyi “M”  menjadi samar ketika bertemu khuruf  BA.  Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IKHFA’ SYAFAWI. Durasinya adalah 4 ketukan.
  3. Bunyi “M” akan menyatu  ketika bertemu  khuruf MIM sesudahnya. Menyatunya  suara “M” berakibat bertambahnya ketukan pada khuruf  MIM (yang ke-2)  menjadi 4 ketukan. Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDGHOM MIMI atau IDGHOM MITSLAINI. Durasinya adalah 4 ketukan.
Advertisements

Makhroj MIM

7 Oct

Khuruf MIM, keluar dari dua bibir yang dirapatkan

 

 

Penting  !

Perhatikan Perubahan Model Huruf

 

SIFAT-SIFAT:

Dari segi keluarnya nafas : JAHR

Dari segi tekanan suara : TAWASSUTH

Dari segi gerakan lidah : ISTIFAL

Dari segi pertemuan lidah + langit-langit : INFITAH

Dari segi (mudah/sukar) keluarnya khuruf : IDZLAQ

 

 

SIFAT KHURUF MIM SUKUN:

Khuruf  MIM  Sukun mempunyai sifat yang unik.

Disebut unik, karena suaranya berubah-ubah. Perubahan itu bergantung pada khuruf-khuruf yang mengikutinya. Hal itu tidak terjadi pada khuruf selainnya.  Karena keunikannya itulah, dalam pembahasan tajwid, pembahasan tentang sifat MIM  sukun dipisahkan dalam satu bab tersendiri, agar lebih mendapatkan perhatian.

Saudaraku….

Khuruf  MIM  Sukun (mati) menghasilkan suara konsonan “M”. Konsonan “M” itulah yang akan menjadi pokok pembahasan, karena sifatnya yang berubah-ubah.

Saudaraku….

Berikut ini adalah ringkasan dari sifat bunyi ‘M”:

  1. Bunyi “M” mempunyai sifat tetap (yaitu tetap dibaca “M” dan jelas dibaca “M”/tidak dengan suara lainnya) ketika diikuti oleh selain khuruf MIM dan BA sesudahnya . Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDH-HAR SYAFAWI. Durasinya adalah 1 ketukan saja.
  2. Bunyi “M”  menjadi samar ketika bertemu khuruf  BA.  Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IKHFA’ SYAFAWI. Durasinya adalah 4 ketukan.
  3. Bunyi “M” akan menyatu  ketika bertemu  khuruf MIM sesudahnya. Menyatunya  suara “M” berakibat bertambahnya ketukan pada khuruf  MIM (yang ke-2)  menjadi 4 ketukan. Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDGHOM MIMI atau IDGHOM MITSLAINI. Durasinya adalah 4 ketukan.

 

Sumber gambar :

Rauf, Abdul Aziz Abdur, PEDOMAN DAUROH AL-QUR’AN Kajian Ilmu Tajwid Disusun Secara Aplikatif, Markaz Al-Qur’an, Cetakan ke-11, Jakarta