Tag Archives: mad

Contoh Mad Thobi’i

6 Jan

Khuruf-khuruf yang ditampilkan dengan warna merah  adalah contoh kasus untuk Mad Thobi’i.

Cara Membaca……

Advertisements

Penulisan Mad

15 Dec

Alquran Rosmul Utsmani mempunyai perbedaan dalam penyederhanaan penulisan mad.  Dalam beberapa kasus, penulisan mad diberi tanda fatkhah kecil berdiri tegak, sementara fatkhah asli pada khuruf tetap ditulis miring. Berbeda dengan Alquran bukan rosmul utsmani yang langsung menuliskan fatkhah tegak pada khurufnya.

Perhatikan ilutrasi berikut ini:

Cara Membaca Mad Lazim Mutsaqol Kharfi

26 Oct

Cara membaca Mad Lazim Mutsaqol Kharfi adalah sebagai berikut:

Panjang bacaan Mad Lazim Mutsaqol Kharfi  pada “SIIIIIN” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-3 hingga ketukan ke-8. Dan panjang bunyi  “MIIIIIM” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-12 hingga ketukan ke-17.  Diantara keduanya (SIIIIIN dan MIIIIIM) ada bunyi ghunnah (dengung), karena sifat bunyi “N” akan melebur ke bunyi “M”. Durasi bacaan ghunnah adalah 4 ketukan, dari ketukan ke-9 hingga ketukan ke-12.

Karena itu, praktek pembacaan Mad Lazim Mutsaqol Kharfi adalah:

Ketukan ke-3 berbunyi “SI”.  Pertahankan bunyi “I” hingga ketukan ke-8. Yang terdengan panjang adalah bunyi “I”-nya. Bunyi “I” dari ketukan ke-3 hingga ketukan ke-8 tidak boleh terputus.  Bunyi “I” tersebut menghilang bersamaan dengan tersambarnya bunyi “M” pada ketukan ke-8.

Dengungnya bunyi “M” dimulai sejak ketukan ke-8, namun mulai dihitung ketukannya sejak ketukan ke-9 hingga ketukan ke-12. (ada baiknya, anda baca lagi ketukan pada  sukun ).  Dengungan suara “M” sejak ketukan ke-9 hingga ketukan ke-12 tidak boleh terputus. Bunyi dengung “M” akan menghilang bersamaan dengan bunyi “MI” pada ketukan ke-12.

Bersamaan dengan ketukan ke-12 terdengar bunyi “MI”.  Pertahankan bunyi “I” hingga ketukan ke-17. Yang terdengan panjang adalah bunyi “I”-nya. Bunyi “I” dari ketukan ke-12 hingga ketukan ke-17 tidak boleh terputus.  Bunyi “I” tersebut menghilang bersamaan dengan tersambarnya bunyi “M” pada ketukan ke-17. Bunyi “M” terakhir, menghilang bersamaan dengan jatuhnya ketukan ke-18.

Contoh lain dari Mad Lazim Mutsaqol Kharfi adalah sebagai berikut. Anda bisa membacanya ?

Cara Membaca Mad Lazim Mukhoffaf Kharfi

26 Oct

Cara membaca Mad Lazim Mukhoffaf Kharfi adalah sebagai berikut:

 

Cara Membaca Mad Thobi’i Kharfi

26 Oct

Cara membaca Mad Thobi’i Kharfi adalah sebagai berikut:

Pada contoh di atas, terdapat 2 kasus Mad Thobi’i Kharfi, yaitu mad pada bunyi “THOO” dan bunyi “HAA”.

Pada ketukan pertama terdengar bunyi “THO”. Pertahankan bunyi “O” hingga ketukan ke-2. Bunyi “O” akan hilang bersamaan dengan bunyi “HA” pada ketukan ke-3. Bunyi “O” pada ketukan ke-1 dan ke-2 tidak boleh terputus.

Kemudian, bunyi “HA” akan terdengar pada ketukan ke-3.  Pertahankan bunyi “A” hingga ketukan ke-4. Bunyi “A” akan hilang sebelum jatuh  ketukan ke-5. Bunyi “A” pada ketukan ke-3 dan ke-4 tidak boleh terputus.

Untuk diingat bersama, bahwa durasi Mad Thobi’i Kharfi hanya 2 ketukan saja.

Mad Mubalaghoh

26 Oct

Mad Mubalaghoh  adalah mad yang terjadi pada HA DLOMIR (kata ganti) pada surat Al-Furqon ayat 69.  Mad ini hampir sama dengan mad shilah qoshiroh. Hanya saja, syarat terjadinya mad shilah qoshiroh itu, Ha Dlomir harus diapit oleh khuruf hidup. Di ayat ini, Ha Dlomir tidak diapit oleh khuruf hidup, karena sebelumnya ada khuruf mad/khuruf mati. Jadi, mad mubalaghoh bukanlah mad shilah qoshiroh, karena syaratnya (diapit 2 khuruf hidup) tidak terpenuhi.

Kenapa bacaan seperti ini terjadi ?  Karena, periwayatan bacaan dari jalur Imam Khafs meriwayatkan demikian. Sehingga kita harus mengikuti bacaan yang demikian.  Membaca Ha Dlomir di ayat ini, dengan bacaan HI pendek (1 ketukan)  adalah salah karena tidak sesuai dengan riwayat yang mutawatir sampai kepada kita.

Berikut ini adalah teks yang memuat Mad Mubalaghoh di ayat 69 Surat Al-Furqon:

 

Untuk diingat dan jangan sampai keliru, bacaan “HI” di kata “FIIHII” dibaca 2 ketukan.

Mad Thobi’i Kharfi

26 Oct

Mad Thobi’i Kharfi adalah mad yang panjangnya 2 kharokat pada khuruf muqotho’ah.

Khuruf-khuruf yang tampak dengan tampilan warna merah pada contoh di bawah ini, itulah yang disebut dengan Mad Thobi’i Kharfi, panjangnya 2 ketukan.

Mad Lazim Mutsaqol Kharfi

26 Oct

Mad Lazim Mutsaqol Kharfi adalah mad yang bertemu dengan tasydid (karena idghom) yang terjadi pada rangkaian khuruf muqotho’ah.

Durasi Mad Lazim Mutsaqol Kharfi adalah 6 ketukan.

Contoh Mad Lazim Mutsaqol Kharfi adalah:

 

Khuruf  LAM  yang bertemu Khuruf MIM dan  Khuruf SIN yang bertemu khuruf MIM, masing-masing menimbulkan tasydid dan menjadi idghom. Itulah yang disebut dengan Mad Lazim Mutsaqol Kharfi.

CARA MEMBACA

Mad Lazim Mukhoffaf Kharfi

26 Oct

Mad Lazim Mukhoffaf Kharfi adalah mad yang bertemu sukun yang terjadi pada rangkaian khuruf-khuruf Muqotho’ah.

Durasi Mad Lazim Mukhoffaf Kharfi adalah 6 ketukan.

Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Kharfi   adalah:

Khuruf-khuruf yang ditampilakan dengan warna biru, itulah yang disebut Mad Lazim Mukhaffaf Kharfi.

CARA MEMBACA

 

Mad Kharfi

26 Oct

Saudaraku…

Mad kharfi adalah bacaan panjang pada khuruf  MUQOTHO’AH. Khuruf Muqotho’ah adalah khuruf yang dibaca sebagaimana nama khurufnya. Khuruf Muqotho’ah terdapat pada ayat pertama surat-surat tertentu sebagai pembuka surat. Oleh karena itu khuruf muqotho’ah juga disebut fawatikhus suwar.

Secara garis besar, khuruf muqotho’ah dibaca dengan 3 pola sebagai berikut:

Pertama : Tidak ada mad (pemanjangan suara) yaitu khuruf ALIF. Khuruf ALIF sebagai khuruf muqotho’ah dibaca dengan bunyi “ALIF” dengan 3 ketukan (karena terdiri dari 3 khuruf).

Kedua : Mad sepanjang 2 ketukan, terjadi pada khuruf-khuruf berikut:

Ketiga : Mad sepanjang 6 ketukan, terjadi pada khuruf-khuruf berikut:

Contoh ayat yang mengandung khuruf muqotho’ah adalah:

 

Khuruf berwarna merah dibaca dengan durasi 2 ketukan, sedangkan khuruf berwarna biru panjangnya 6 ketukan.

Saudaraku…

Bagaimana cara membedakan khuruf yang dibaca 2 ketukan dan 6 ketukan ? Perhatikan bedanya !  Khuruf-khuruf yang apabila dituliskan namanya, ia terdiri dari 2 khuruf, maka ia dibaca 2 ketukan (seperti : RO, HA, YA, THO dan KHA). Khuruf-khuruf yang apabila dituliskan namanya, ia terdiri dari 3 khuruf, maka ia dibaca 6 ketukan (seperti : NUN, QOF, SHOD,  ‘AIN, SIN, LAM, KAF dan MIM).  Hmmm…. mudah bukan ?

Secara terperinci, Mad Kharfi terdiri atas 3 macam mad: yaitu Mad Lazim Mukhoffaf Kharfi, Mad Lazim Mutsaqol Kharfi dan Mad Thobi’i Kharfi.