Tag Archives: id-har syafawi

Cara Membaca Id-har Syafawi

9 Nov

Cara membaca Id-har Syafawi adalah sebagai berikut:

Saudaraku….

Penggalan ayat tersebut di atas terdiri atas 15 khuruf. Namun, karena ada 2 buah tanwin (yang dibaca Id-har Khalqi) maka ketukan bertambah 2 menjadi 17 ketukan.  Oleh karena penggalan ayat di atas harus dibaca dengan 17 ketukan yang rata dan konstan. Ingat … bahwa tiap khuruf mempunyai hak ketukan yang sama, dan prinsip ketukan adalah rata dan konstan.

Bacaan Id-har Syafawi terjadi pada ketukan ke-4, dimana ‘Mim Sukun’ bertemu khuruf  ‘Hamzah’. Khuruf  ‘Mim Sukun’ pada ketukan ke-4 dibaca dengan bunyi ‘M’ yang jelas. Ia mempunyai hak 1 ketukan saja.

Bacaan Id-har Syafawi juga terjadi pada ketukan ke-13, dimana ‘Mim Sukun’ bertemu khuruf  ‘Nun’. Khuruf  ‘Mim Sukun’ pada ketukan ke-13  dibaca dengan bunyi ‘M’ yang jelas. Ia mempunyai hak 1 ketukan saja.

Khuruf  ‘Mim  Sukun‘ pembacaan bunyi konsonannya akan maju ke ketukan sebelumnya, namun hak ketukan tetap diberikan kepadanya. Hal itu terjadi agar tidak ada pemanjangan suara sebelum khuruf mati. Karena bila ada mad (suara dipanjangkan) menuju khuruf mati, pembacaan seperti itu adalah SALAH.

Panduan praktek membaca  Id-har Syafawi adalah sebagai beriku:

  • Pada ketukan ke-3, anda akan mengucapkan “HUM”. Tahan bibir anda pada posisi khuruf  “M” hingga ketukan ke-4 selesai. Lepaskan bibir anda dari posisi khuruf  “M” sebelum jatuh pada  ketukan ke-5, saat anda harus mengucapkan “AJ”. Bunyi “M” pada ketukan ke-3 atau ke-4 tidak boleh dipantulkan.
  • Pada ketukan ke-12, anda akan mengucapkan “MAM”. Tahan bibir anda pada posisi khuruf  “M” hingga ketukan ke-13 selesai. Lepaskanbibir  anda dari posisi khuruf  “M” sebelum jatuh pada  ketukan ke-14, saat anda harus mengucapkan “NU”. Bunyi “M” pada ketukan ke-12 atau ke-13 tidak boleh dipantulkan.
Advertisements

Id-har Syafawi

26 Oct

Id-har Syafawi merupakan sifat khuruf  MIM Sukun, yaitu jelasnya suara “M” (bukan suara bunyi lain) ketika khuruf Mim sukun bertemu selain khuruf BA dan MIM.

Durasi pembacaan Id-har Syafawi sama dengan durasi pembacaan khuruf sukun biasa, yaitu hanya 1 ketukan saja.

Berikut ini adalah contoh bacaan Id-har Syafawi:

Bagaimana cara membacanya ?

Sifat MIM Sukun

25 Oct

Saudaraku…

Khuruf  MIM  Sukun mempunyai sifat yang unik.

Disebut unik, karena suaranya berubah-ubah. Perubahan itu bergantung pada khuruf-khuruf yang mengikutinya. Hal itu tidak terjadi pada khuruf selainnya.  Karena keunikannya itulah, dalam pembahasan tajwid, pembahasan tentang sifat MIM  sukun dipisahkan dalam satu bab tersendiri, agar lebih mendapatkan perhatian.

Saudaraku….

Khuruf  MIM  Sukun (mati) menghasilkan suara konsonan “M”. Konsonan “M” itulah yang akan menjadi pokok pembahasan, karena sifatnya yang berubah-ubah.

Saudaraku….

Berikut ini adalah ringkasan dari sifat bunyi ‘M”:

  1. Bunyi “M” mempunyai sifat tetap (yaitu tetap dibaca “M” dan jelas dibaca “M”/tidak dengan suara lainnya) ketika diikuti oleh selain khuruf MIM dan BA sesudahnya . Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDH-HAR SYAFAWI. Durasinya adalah 1 ketukan saja.
  2. Bunyi “M”  menjadi samar ketika bertemu khuruf  BA.  Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IKHFA’ SYAFAWI. Durasinya adalah 4 ketukan.
  3. Bunyi “M” akan menyatu  ketika bertemu  khuruf MIM sesudahnya. Menyatunya  suara “M” berakibat bertambahnya ketukan pada khuruf  MIM (yang ke-2)  menjadi 4 ketukan. Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDGHOM MIMI atau IDGHOM MITSLAINI. Durasinya adalah 4 ketukan.