Pengertian TARTIL

24 Aug

Pengertian Tartil

 

Membaca alqur’an secara tartil adalah kewajiban. Allah SWT yang memintanya langsung sebagaimana tersebut dalam alqur’an. Karena itu bila alqur’an dibaca dengan tidak tartil maka sejatinya ibadah tilawah itu dilakukan tidak sesuai perintah-Nya.

Namun ironis. Jarang ada yang bisa mengetahui apa arti dan bagaimana tekstur bacaan tartil itu. Bila definisi tartil saja tidak tahu, lalu bagaimana usahanya untuk mewujudkan perintah Allah tersebut ?

Untuk memberikan gambaran tekstur bacaan tartil, mari kita lihat arti kata tartil di dalam kamus.

TArtil

 

Bila kita buka mushaf alqur’an terjemahan bahasa Indonesia terbitan Departemen Agama RI, pada surat Almuzzammil (73) ayat 4 akan ditemukan terjemahan sebagai berikut:

“Atau lebih dari seperdua itu dan bacalah alqur’an itu dengan perlahan-lahan”. (Q.S. Almuzzammil (73) ayat 4),

Pelan-pelan (arti kamus) atau perlahan-lahan (terjemahan Depag RI) tersebut belumlah menjelaskan tekstur bacaan tartil. Tekstur bacaan tartil adalah tersusun rapih sebagaimana pengertian asli kata tartil di dalam kamus bahasa arab tersebut.

Tersusun rapih inilah yang secara khusus dibahas dalam blog ini menjadi sebuah rumusan teknik ketukan yang rata dan dapat diukur untuk membentuk tekstur bacaan tartil.

Jadi, dengan merujuk arti kata aslinya dalam kamus, bacaan tartil adalah bacaan yang timing-nya terukur secara rapih. Inilah masalah fundamental yang dilupakan banyak orang, sehingga alqur’an kehilangan mukjizatnya.

 

Posted by:

Admin, Supriyono, MTQ Bina Alquran, Jalan Curug Raya nomor 30 RT 004 RW 009 Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok

%d bloggers like this: