Testimoni Belajar Dari NOL

22 Feb

Dari NOL, Dalam 2 Bulan Saya Sudah Lancar Baca Alqur’an

Siti Sumarni Sinulingga

Siti Sumarni Sinulingga, dari Munte, Karo, Medan, Sumatera Utara

 

Alhamdulillah, mungkin ini memang jalan yang telah Allah tunjukkan kepada diri saya pribadi. Awal mulanya saya mempunyai kemauan keras untuk dapat membaca Al-Qur’an. Cari-mencari di “Google” bimbingan belajar membaca Al-Qur’an belum juga ada yang cocok, hingga di bulan Desember 2015 lalu saya menemukan website  MTQ Bina Al-Qur’an. Setelah saya hubungi Abi Supriyono via sms, ternyata ada cabangnya di Blok M. “Pucuk dicinta ulam pun tiba”, inilah saat-saat yang saya nanti. Tanpa berpikir panjang, kemudian saya mengikuti kursus membaca Al-Qur’an disana selama 12 pertemuan, kira-kira satu bulan lebih. Saya terdaftar sebagai siswa kursus (Bimtek SOP Tartil Alquran Metode SQ) angkatan 14 dengan masa belajar mulai 19 Desember 2015 s.d. 24 Januari 2016.

Pertama mengikuti kursus ini, saya merasa bingung. Karena semula saya memang sudah mengatakan kepada Abi Supriyono, bahwa saya masih belum mengenal sama sekali huruf hijaiyah. Tiba-tiba sudah berhadapan dengan rumus-rumus Metode SQ (Shilah Qiroah) yang ditulis oleh beliau. Salah satu cara mudah membaca Al-Qur’an dengan tartil menggunakan Al-Qur’an Rosm Al-Utsmani.

Dipertemuan kedua, saya mulai mengerti. Dan ternyata tidak sesulit yang saya pikirkan sebelumnya. Ada rumus-rumus pula untuk menghafal huruf-huruf hijaiyah, yang dikelompokkan menjadi lima bagian. Yakni diantaranya, Huruf Perahu, Huruf Pancing, dan lain sebagainya. Disetiap pertemuan saya dikenalkan dengan satu kelompok huruf yang sudah dibagi-bagi tersebut, sampai dipertemuan keenam saya sudah menghafal 28 huruf hijaiyah dengan mudah.

Dipertemuan selanjutnya hanya empat kali pertemuan, saya sudah dapat membaca Al-Qur’an dengan menggunakan rumus Shilah Qiroah (SQ). Itu artinya saya dapat membaca Al-Qur’an hanya dengan 10 kali pertemuan, yang saat itu pula sudah mulai membaca Juz Amma (Juz 30) sampai pertemuan ke 12.

Dan saat ini saya masih belajar membaca Al-Qur’an di Markas MTQ Bina Al-Qur’an, Curug, Bojongsari, Depok. Karena dari awal Abi Supriyono sudah menawarkan kepada saya untuk menginap di sini supaya lebih maksimal belajar membaca Al-Qur’an.
Hampir 3 minggu saya disini, insya Allah rencana sampai tiga bulan.  Banyak ilmu yang saya dapatkan dari para pembimbing, terutama Abi Surpiyono. Sehingga menjadikan saya cinta kepada Al-Qur’an.

Dari pengalaman saya, belajar memang perlu menggunakan suatu metode. Jadi tidak asal belajar yang akhirnya asal jadi, jadi salah. Tapi bagaimanapun proses belajar tidak bergantung kepada guru atau suatu metode, melainkan pada diri sendiri yang slalu telaten mengulang-ulang apa yang telah dipelajari. Intinya belajar, belajar dan belajar.

Mudah-mudahan Metode SQ ini juga bermanfaat untuk orang-orang yang mau belajar Al-Qur’an dengan tartil .

Terimakasih Abi Supriono dan para pembimbing yang dengan sabar mendampingi saya belajar. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan-kebaikan di akherat kelak. Aamiin.

%d bloggers like this: