Satu Khuruf, Satu Ketukan

20 Oct

Saudaraku…

Dilihat dari cara membacanya, Alqur’an adalah deret khuruf, yang masih-masing khurufnya mempunyai hak ketukan yang sama.

Satu khuruf, satu ketukan !

Satu khuruf satu ketukan. Setiap ketukan mempunyai durasi yang sama, tetap dan teratur. Deret kata di atas terdiri atas 6 khuruf. Berarti, diperlukan pengucapan 6 khuruf dengan 6 ketukan yang sama.

Bila satu ketukan jatuh setiap satu detik, maka diperlukan waktu 6 detik untuk membacanya   secara benar. Ketukan pertama untuk bunyi “WA” dan terakhir ketukan ke-6 pada detik ke-6 untuk bunyi khuruf “MU”.

Sebaiknya anda mencoba mempraktekkannya dengan seksama. Mintalah teman anda agar ikut memperhatikan apa yang anda baca. Pada latihan ini, ketepatan bunyi khuruf dan ketepatan penggunaan ketukan menjadi prioritas utama penilaian.

Sebelum anda memulai, lakukan penyeragaman pola ketukan terlebih dulu dari ketukan pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan keenam.

Tu, wa, ga, pat, ma, nam   (= 6 ketukan, 6 detik). Lakukan berkali-kali. Setelah  anda merasakan pola ketukannya konstan, barengkan bunyi ketukan dengan bunyi tulisan arabnya.  Oke… ? Anda bisa ?

Untuk penguasaan terbaik, lakukan berulang-ulang, sampai anda merasakan  bahwa bacaan anda telah benar. Gimana ngukur tingkat kebenarannya ? Cukup mudah ! Pertama : benar bacaan khurufnya. Kedua: benar dan tepat pola ketukannya. Bila bunyi khuruf sudah bareng dengan  durasi ketukannya, anda sudah benar !!  Kuncinya: ketukan konstan dan teratur.

Bila anda telah sukses dengan durasi ketukan 1 khuruf per detik, lakukan pengulangan latihan tersebut dengan pola ketukan yang dipercepat. Misalnya: ½ detik per 1 khuruf. Itu berarti, anda hanya perlu waktu 3 detik untuk membaca deret kata di atas, dimana satu khuruf diketuk per setengah detik.

Bila anda telah bisa, lakukan pengulangan terus. Percepat lagi !  Prinsipnya, ketukan anda tetap dan teratur. Bila ketukan jatuh tetap dan teratur, maka cara anda membaca telah benar.

Advertisements
%d bloggers like this: