Tag Archives: cara membaca

Cara Membaca Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi

25 Oct

Saudaraku….

Apabila diasumsikan panjang Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi  adalah 6 ketukan, maka cara membaca Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi adalah sebagai berikut:

Saudaraku…

Panjang bacaan Mad Lazim Mukhoffaf  Kalimi pada “AAAAAAL” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-1 hingga ketukan ke-6.

Karena itu, praktek pembacaan Mad Lazim Mukhoffaf  Kalimi adalah:

Ketukan ke-1 berbunyi “A”.  Pertahankan bunyi “A” hingga ketukan ke-6. Pada ketukan ke-6, bunyi khuruf lam sukun setelahnya (L)  terbawa. Yang terdengar panjang adalah suara “A”-nya. Kira-kira, kalau satu khuruf  “A” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi  adalah “AAAAAAL-Aana”. Bunyi vokal “A” dari ketukan ke-1 hingga bunyi “L” pada ketukan ke-6  TIDAK BOLEH TERPUTUS.

Cara Membaca Mad Farq

25 Oct

Saudaraku….

Apabila diasumsikan panjang Mad Farq adalah 6 ketukan, maka cara membaca Mad Farq  adalah sebagai berikut:

Saudaraku…

Panjang bacaan Mad Farq pada “AAAAAADZ” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-3 hingga ketukan ke-8.

Karena itu, praktek pembacaan Mad Farq adalah:

Ketukan ke-3 berbunyi “A”.  Pertahankan bunyi “A” hingga ketukan ke-8. Pada ketukan ke-8, bunyi khuruf tasydid setelahnya (DZAL)  terbawa. Yang terdengar panjang adalah suara “A”-nya. Kira-kira, kalau satu khuruf  “A” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap Mad Farq  adalah “Qul  AAAAAADZakaraini”. Bunyi vokal “A” dari ketukan ke-3 hingga bunyi “DZ” pada ketukan ke-8  TIDAK BOLEH TERPUTUS.

Ketukan ke-3 berbunyi “A”.  Pertahankan bunyi “A” hingga ketukan ke-8. Pada ketukan ke-8, bunyi khuruf tasydid setelahnya (LAM)  terbawa. Yang terdengar panjang adalah suara “A”-nya. Kira-kira, kalau satu khuruf  “A” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap Mad Farq  adalah “Qul  AAAAAALLoohu”. Bunyi vokal “A” dari ketukan ke-3 hingga bunyi “L” pada ketukan ke-8  TIDAK BOLEH TERPUTUS.

Cara Membaca Mad Wajib Muttashiil

20 Oct

Saudaraku….

Apabila diasumsikan panjang Mad Wajib Muttashiil adalah 5 ketukan, maka cara membaca Mad Wajib Muttashiil adalah sebagai berikut:

 

Saudaraku…

Panjang Mad Wajib Muttashil pada kata “SAWA”  adalah 5 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-2 hingga ketukan ke-6.

Karena itu, praktek pembacaan Mad Wajib Muttashiil adalah:

Ketukan ke-2 berbunyi “WA”.  Pertahankan bunyi “WA” hingga ketukan ke-6.  Yang terdengar panjang adalah suara “A”-nya. Kira-kira, kalau satu khuruf  “A” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap Mad Wajib Muttashiil adalah “SaWaaaaaUn”. Bunyi vokal “A” dari ketukan ke-2 hingga ketukan ke-6 TIDAK BOLEH TERPUTUS. Bunyi “A” akan menghilang berbarengan dengan jatuhnya bunyi “UN” pada ketukan ke-7.

Cara Membaca Mad Jaiz Munfashiil

20 Oct

Saudaraku….

Apabila diasumsikan panjang Mad Jaiz Munfashiil adalah 5 ketukan, maka cara membaca Mad Jaiz Munfashiil adalah sebagai berikut:

Saudaraku…

Panjang bacaan Mad Jaiz Munfashiil pada kata “IDZA” adalah 5 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-3 hingga ketukan ke-7.

Karena itu, praktek pembacaan Mad Jaiz Munfashiil adalah:

Ketukan ke-3 berbunyi “DZA”.  Pertahankan bunyi “DZA” hingga ketukan ke-7.  Yang terdengar panjang adalah suara “A”-nya. Kira-kira, kalau satu khuruf  “A” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap Mad Jaiz Munfashiil adalah “WaIDzaaaaa-Adh”. Bunyi vokal “A” dari ketukan ke-3 hingga ketukan ke-7 TIDAK BOLEH TERPUTUS. Bunyi “A” akan menghilang berbarengan dengan jatuhnya bunyi “ADH” pada ketukan ke- 8.

Cara Membaca Mad Lin

20 Oct

Saudaraku….

Dengan asumsi panjang Mad Lin adalah 4 ketukan, maka cara membaca Mad Lin adalah sebagai berikut:

 

Saudaraku…

Panjang ketukan dari bunyi “ROISY” adalah 4 ketukan, yaitu dari bunyi “RO” pada ketukan ke-8 hingga bunyi “..SY” pada ketukan ke-11.

Karena itu, praktek pembacaan Mad Lin adalah:

Ketukan ke-8 berbunyi “RO”. Bunyi “I” dimulai pada ketukan ke-9. Pertahankan bunyi “I” hingga ketukan ke-11, sehingga bunyi “ROI” akan bersambung dengan bunyi “SY”.  Jadi yang terdengar panjang adalah suara “I”-nya. Kira-kira, kalau satu khuruf  “I” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap contoh di atas adalah “LiIiLaaFiQuRoiiisy”. Bunyi “..SY” pada ketukan ke-11 akan menghilang berbarengan dengan jatuhnya ketukan ke-12.

PERHATIAN:

LIN adalah suara miring. Pada contoh di atas,  “I” pada bunyi “ROI” diucapkan secara halus, tersambung dengan bunyi “O” sehingga menjadi “OI”. Bunyi “I” tidak diucapkan sebagai konsonan yang mandiri, sehingga membaca secara terpotong “RO-IIISY” adalah SALAH. Pembacaan yang benar, adalah menggabungkan “OI” menjadi satu, yaitu bunyi “I” terdengan halus.

 

SARAN:

Agar bacaan terdengar bagus, sebaiknya, panjang Mad Lin disamakan dengan panjang Mad ‘Aridl Lissukuun, sehingga menjadi singkron. Bila Mad ‘Aridl Lissukuun dibaca dengan durasi 4 ketukan, maka Mad Lin sebaiknya juga 4 ketukan.

 

Mudah-mudahan bermanfaat.

Cara Membaca Mad ‘Aridl Lissukuun

20 Oct

Saudaraku….

Dengan asumsi panjang Mad ‘Aridl Lissukuun adalah 4 ketukan, maka cara membaca Mad “Aridl Lissukuun adalah sebagai berikut:

 

Saudaraku…

Panjang ketukan dari bunyi “NIN” adalah 4 ketukan, yaitu dari bunyi “NI” pada ketukan ke-7 hingga bunyi “..N” pada ketukan ke-10.

Karena itu, praktek pembacaan Mad ‘Aridl Lissukuun adalah:

Ketukan ke-7 berbunyi “NI”. Pertahankan bunyi “NI” hingga ketukan ke-10, sehingga bunyi “NI” akan bersambung dengan bunyi “N”.  Jadi yang terdengar panjang adalah suara “I”-nya. Kira-kira, kalau satu khuruf  “I” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap contoh di atas adalah “WaThuuRiSiiNiiiin”. Bunyi “..N” pada ketukan ke-10 akan menghilang berbarengan dengan jatuhnya ketukan ke-11.

Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Cara Membaca Qolqolah

19 Oct

Saudaraku…

Berikut ini adalah panduan ketukan ketika membaca Qolqolah. Perhatikan contoh berikut:

 

Saudaraku…

Pada contoh di atas, suara qolqolah terjadi di tiga tempat, yaitu pada ketukan ke-4, ke-6 dan ketukan ke-9. Cara membacanya berdasarkan alur ketukan adalah sebagai berikut:

  • Ketukan ke-3 berbunyi “JUD”. Tahan lidah pada posisi khuruf “D” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-4, saat keluar bunyi “DE”. Penahanan lidah pada ketukan ke-3 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.
  • Ketukan ke-5 berbunyi “WAQ”. Tahan lidah pada posisi khuruf “Q” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-6, saat keluar bunyi “QE”. Penahanan lidah pada ketukan ke-5 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.
  • Ketukan ke-8 berbunyi “RIB”. Tahan bibir pada posisi khuruf “B” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-9, saat keluar bunyi “BE”. Penahanan bibir pada ketukan ke-8 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.

Agar lebih lengkap, perhatikan juga contoh berikut ini:

 

Saudaraku…

Pada contoh di atas, bunyi qolqolah terjadi 2 kali, yaitu pada ketukan ke-2 dan ketukan ke-7. Cara membacanya adalah:

  • Ketukan ke-1 berbunyi “MATH”. Tahan lidah pada posisi khuruf “TH” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-2, saat keluar bunyi “THE”. Penahanan lidah pada ketukan ke-1 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.
  • Ketukan ke-6 berbunyi “FAJ”. Tahan lidah pada posisi khuruf “J” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-7, saat keluar bunyi “JE”. Penahanan lidah pada ketukan ke-6 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.

Demikian panduan ketukan membaca bunyi qolqolah. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

 

Cara Membaca Mad Shilah Qoshiroh

18 Oct

Saudaraku….
Sebelum kita memulai belajar cara membaca Mad Shilah Qoshiroh, kita reviuw dulu aturan ketukan dalam membaca Alqur’an:

* Ketukan harus rata, tetap dan teratur
* Setiap khuruf mendapatkan hak 1 ketukan
* Spasi tidak diketuk
* Khuruf Sukun (mati) tetap mendapatkan hak 1 ketukan
* Khuruf ber-tasydid mendapatkan hak 2 ketukan

Nah… mari kita simak dan praktekkan bersama, cara pembacaan Mad Shilah Qoshiroh, sebagaimana ilustrasi berikut:

Saudaraku…

Penggalan ayat tersebut di atas, terdiri atas 14 khuruf.  Namun, karena Mad Shilah Qoshiroh dihitung 2 ketukan, maka potongan ayat tersebut harus dibaca dalam 15 ketukan yang sama, rata dan teratur.

Saudaraku…

Pada contoh di atas, bacaan mad Shilah Qoshiroh terjadi pada ketukan ke-8 dan 9. Panduan cara membaca Mad Shilah Qoshiroh adalah sebagai berikut:

Ketukan ke-8 berbunyi “HU”. Pertahankan bunyi “HU” hingga ketukan ke-9. Bunyi “HU” berakhir/hilang pada ketukan ke-10 saat pindah ke bunyi “KHIF”.

Saudaraku…

Hak ketukan Mad Shilah Qoshiroh hanya 2 ketukan saja. Jangan dilebih-lebihkan, karena akan menyalahi ‘urf quro’.  Sekalipun derajat kesalahannya hanya ‘makruh’, namun kesalahan itu harus tetap ditiadakan. Pembaca Alqur’an yang baik, membaca Mad Shilah Qoshiroh hanya 2 ketukan saja.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

Cara Membaca Mad ‘Iwadl

18 Oct

Saudaraku….
Sebelum kita memulai belajar cara membaca Mad ‘Iwadl, kita reviuw dulu aturan ketukan dalam membaca Alqur’an:

* Ketukan harus rata, tetap dan teratur
* Setiap khuruf mendapatkan hak 1 ketukan
* Spasi tidak diketuk
* Khuruf Sukun (mati) tetap mendapatkan hak 1 ketukan
* Khuruf ber-tasydid mendapatkan hak 2 ketukan

Nah… mari kita simak dan praktekkan bersama, cara pembacaan Mad ‘Iwadl, sebagaimana ilustrasi berikut:

Saudaraku…

Penggalan ayat tersebut di atas, terdiri atas 13 khuruf.  Karena spasi tidak mendapatkan ketukan, maka potongan ayat tersebut harus dibaca dalam 13 ketukan yang sama, rata dan teratur.

Saudaraku…

Pada contoh di atas, bacaan mad ‘Iwadl terjadi pada ketukan ke-12 dan 13. Panduan cara membaca Mad ‘Iwadl adalah sebagai berikut:

Ketukan ke-12 berbunyi “LA”. Pertahankan bunyi “LA” hingga ketukan ke-13. Yang dibaca panjang adalah suara “A”-nya.  Bunyi “LA” berakhir/hilang pada ketukan ke-14.

Saudaraku…

Hak ketukan Mad ‘Iwadl hanya 2 ketukan saja. Jangan dilebih-lebihkan, karena akan menyalahi ‘urf quro’.  Sekalipun derajat kesalahannya hanya ‘makruh’, namun kesalahan itu harus tetap ditiadakan. Pembaca Alqur’an yang baik, membaca Mad ‘Iwadl hanya 2 ketukan saja.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

Cara Membaca Mad Badal

18 Oct

Saudaraku….
Sebelum kita memulai belajar cara membaca Mad Badal, kita reviuw dulu aturan ketukan dalam membaca Alqur’an:

* Ketukan harus rata, tetap dan teratur
* Setiap khuruf mendapatkan hak 1 ketukan
* Spasi tidak diketuk
* Khuruf Sukun (mati) tetap mendapatkan hak 1 ketukan
* Khuruf ber-tasydid mendapatkan hak 2 ketukan

 

Nah… mari kita simak dan praktekkan bersama, cara pembacaan Mad Badal, sebagaimana ilustrasi berikut:

Saudaraku…

Penggalan ayat tersebut di atas, terdiri atas 10 khuruf.  Karena spasi tidak mendapatkan ketukan, maka potongan ayat tersebut harus dibaca dalam 10 ketukan yang sama, rata dan teratur.

Saudaraku…

Pada contoh di atas, bacaan mad badal terjadi pada ketukan ke-3 dan 4. Panduan cara membaca Mad Badal adalah sebagai berikut:

Ketukan ke-3 berbunyi “A”. Pertahankan bunyi “A” hingga ketukan ke-4. Bunyi “A” berakhir sebelum ketukan ke-5 saat bunyi “MA” diucapkan.

Saudaraku…

Hak ketukan Mad Badal hanya 2 ketukan saja. Jangan dilebih-lebihkan, karena akan menyalahi ‘urf quro’.  Sekalipun derajat kesalahannya hanya ‘makruh’, namun kesalahan itu harus tetap ditiadakan. Pembaca Alqur’an yang baik, membaca Mad Badal hanya 2 ketukan saja.

Untuk diperhatikan bersama. Ketukan pada Mad Badal tidak boleh dikurangi. Pengurangan ketukan mad Badal, dari 2 ketukan menjadi 1 ketukan, mengakibatkan kesalahan fatal (Al-Lakhnu Al-jaliy), hukumnya kharam, karena mengubah arti.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.