Tag Archives: belajar

Pendidikan Alquran Bagi Muslim Muallaf dan Muslim Tionghoa (China)

25 Jun

LTQ Bina Alquran menerima permintaan layanan pendidikan Alquran bagi Muallaf dan muslim Tionghoa/China. Sangat diutamakan bagi mereka yang berdomisili di sekitar Parung, Depok, Sawangan, Cinere, Cirendeu, Ciputat, Pamulang dan Jakarta Selatan.

Spesifikasi layanan kami adalah:

  1. Bimbingan belajar alqur’an dari nol (untuk pemula)

  2. Bimbingan tahsin (perbaikan bacaan)

  3. Bimbingan tahfidh (menghafal) alqur’an

  4. Penataran instruktur pengajar IQRO’ (TOT)

  5. Penataran instruktur pengajar tahsin (TOT)

  6. Penataran instruktur pengajar tahfidh (TOT)

  7. Kajian ilmu tajwid sistem ketukan

Bagi anda yang membutuhakan layanan kami, silahkan hubungi melalui email :

bina.alquran@gmail.com

atau melalui nomor telepon

083 807 347 267  (SUPRIYONO)

Les Privat Ngaji Baca Alqur’an Pamulang, Parung, Sawangan, Cinere, Cirendeu, Depok, ciputat, Jakarta Selatan

8 May

Terima kasih kepada para relasi yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk pendampingan belajar Alqur’an

Masjid Al-Muhajirin, Yayasan Al-Munawwaroh, Komplek Bukit Pamulang Indah (BPI)

Karyawan PT Bangun Andalan Perkasa (BAP) Jakarta

Kantor Pusat Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) Kuningan, Jakarta

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada:

  1. Keluarga Besar Bpk. Ubaidillah (Pamulang)

  2. Keluarga Besar Bpk. Iwan (Pamulang)

  3. Keluarga Besar Ibu Lia (Cimanggis, Depok)

  4. Keluarga Besar Bpk. Sunarto (Pamulang)

  5. Ibu Sinta(BSD)

  6. Keluarga Bpk. Ari Purnomo (Villa Mutiara Cinere)

Selama waktu/jadwal kami belum terisi, kami melayani permintaan les, privat, tot tajwid, tahsin/tahfidh alquran terutama untuk anda yang ada di wilayah pamulang, sawangan, cinere, Cirendeu, parung, depok, ciputat, jakarta selatan dan sekitarnya.

Spesifikasi layanan kami adalah:

  1. Bimbingan belajar alqur’an dari nol (untuk pemula)

  2. Bimbingan tahsin alquran

  3. Bimbingan tahfidh alqur’an

  4. Penataran instruktur pengajar IQRO’ (TOT)

  5. Penataran instruktur pengajar tahsin (TOT)

  6. Penataran instruktur pengajar tahfidh (TOT)

  7. Kajian ilmu tajwid sistem ketukan

Anda dapat memilih layanan les privat maupun kelompok, dan kami akan datang ke rumah anda untuk mendampingi belajar alqur’an keluarga anda. Kami juga melayani permintaan kerja sama dakwah alqur’an dengan ormas, DKM masjid/musholla, ROHIS, perkantoran dan perhotelan.

Bagi anda yang berdomisili di Parung, Sawangan, Cinere, Depok, Pamulang, Jakarta Selatan dan sekitarnya, anda dapat menghubungi kami melalui email :

bina.alquran@gmail.com

atau melalui nomor telepon

083 807 347 267  (SUPRIYONO)

Memahami “Ketukan”

20 Oct

Para Pembaca, Tamu dan Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT…

Apakah ketukan itu ?

Ketukan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pembacaan Alqur’an. Anda tidak boleh mengabaikannya. Pengetahuan dan praktek yang baik mengetuk bunyi per khuruf Alqur’an, akan menentukan keberhasilan anda belajar membaca Alqur’an. Keberhasilan anda akan dimulai dari kemampuan memberikan hak ketukan per huruf Alqur’an.

Saudaraku….

Ketahuilah bahwa satu-satunya kitab yang mengatur cara pembacaan hingga ke teknik ketukan huruf per huruf, itu hanyalah kitab Alqur’an. Hal ini menjadi penting, agar bacaan Alqur’an keluar mengalir dengan teratur dan indah didengarkan.

Saudaraku…

Ketukan adalah teknik pengucapan per khuruf Alqur’an dengan memperhatikan waktu pengucapan. Waktu pengucapan per khuruf Alqur’an memiliki ‘satuan lama’ yang jelas, tetap  dan teratur. Penulis mengajak anda untuk memahami konsep ketukan ini, sehingga anda akan mempunyai kemampuan terbaik membaca Alqur’an.

Pertama, anda harus memilih satuan waktu yang tetap dan teratur.
Contohnya, yang mudah dipahami semua orang, satuan waktu ‘DETIK’ jam. Detik jam memiliki pola satuan yang jelas, tetap dan teratur. Lama satu detik, selalu sama, susul menyusul. Tik… tik… tik… tik…. Demikianlah pola waktu yang dihasilkan dari detik jam. Jelas, tetap  dan teratur.

Kedua, Anda harus memahami konsep ketukan dalam membaca Alqur’an.

Ketahuilah, bahwa secara umum, Alqur’an, dilihat dari sisi teknik pembacaannya, adalah deret huruf yang harus dibaca rata waktu ketukannya. Dalam hal ini, Alqur’an adalah deret khuruf yang masing-masing khurufnya mempunyai hak ketukan yang sama, tetap dan konstan. Jika hak ini tidak diberikan, maka output bacaan anda akan timpang, tidak indah dan sangat membosankan untuk didengar.

Ketiga, Anda harus konsisten menjaga durasi ketukan.

Jadi anda harus konsentrasi untuk menentukan seberapa cepat bacaan anda, kemudian pertahankan supaya ketukan anda menjadi tetap dan teratur.

Sebagai contoh, misalnya anda masih sangat pemula dalam mempelajari Alqur’an, anda dapat memilih satuan waktu ‘per 1 detik’ dalam membaca tiap khuruf Alqur’an.  Tempo per 1 detik ini sangat lambat, namun sangat bermanfaat bagi pelajar pemula yang masih sangat kurang berinteraksi dengan khuruf Alqur’an. Waktu  1 detik per satu khuruf dimaksudkan untuk memberikan space berpikir menyebut bunyi khuruf.

Semakin lama anda berinteraksi dengan khuruf Alqur’an, akan menjadikan anda akrab dan hafal khuruf-khuruf Alqur’an. Tentunya, ini akan berpengaruh kepada peningkatan kemampuan mempercepat ketukan bacaan anda. Setelah anda hafal, anda harus meningkatkan pola ketukan bacaan anda, dari 1 detik per khuruf secara tetap, menjadi 1/2 detik per khuruf secara konstan. Hal ini dimungkinkan, karena anda sudah hafal khuruf dan tidak membutuhkan upaya ‘berpikir’ yang cukup lama.

Demikian pula, bila anda sudah semakin terbiasa mengucapkan khuruf Alqur’an, anda harus meningkatkan lagi stadium ketukan anda, dari 1/2 detik per khuruf menjadi 1/3 atau 1/4 detik per khuruf secara konstan. Bila anda mampu, anda dapat menggandakannya lagi lebih dari itu.

Menurut perhitungan penulis, kemampuan membaca per 1/4 detik per 1 khuruf, itu adalah kemampuan baca yang sangat baik. Ketukan per 1/4 detik akan menghasilkan bacaan yang tergolong lambat, dan bacaan Alqur’an masih cukup mudah untuk ditadabburi.

Saudaraku…

Ketukan itu… intinya adalah ketepatan mengucapkan tiap satu khuruf Alqur’an dengan satuan waktu yang tetap, konstan dan beraturan.

Saudaraku…

Semakin lama anda belajar membaca Alqur’an, anda akan menemukan berbagai peristiwa dalam tulisan khuruf Alqur’an. Misalnya, khuruf yang mati, khuruf yang bertasydid, khuruf mad (15 kasus), khuruf dengung (7 kasus) dan cara-cara berhenti membaca. Semua peristiwa itu, mempunyai hak ketukanyang berbeda-beda. Anda harus mempelajarinya  dengan seksama sehingga dapat menghasilkan praktek pembacaan yang benar.

Saudaraku…

Apabila anda membaca buku-buku tajwid, anda hanya akan mendapatkan sisi teori/hukum tajwidnya saja. jarang sekali ada buku tajwid yang memuat cara membaca secara detil hukum-hukum tajwid yang diterangkan di dalamnya.

Kehadiran materi khusus yang membahas masalah teknik ketukan ini, menjadi sangat penting bagi anda yang ingin belajar secara baik. Dan inilah sisi lebih dari blog ini, yang akan memuat tehnik pembacaan tiap peristiwa tajwid dalam pembacaan Alqur’an.

Penulis akan mencoba untuk dapat membuat tulisan tentang teknik menghitung ketukan ini, berdasarkan bimbingan yang penulis dapatkan melalui pembimbing Alqur’an. Saya yakin, anda akan sangat membutuhkan penjelasan ini, terutama bagi yang belum pernah mendapatkan bimbingan langsung dari guru Alqur’an.

Saudaraku…

Mari terus belajar. Mari beriman sesaat, sempatkan waktu untuk mempelajari Alqur’an. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan hidayah ilmu dan amal kepada kita semua.

Saudaraku….

Karena waktu yang terbatas, anda masih harus menunggu materi berikutnya.

Peta Makhroj Khuruf

20 Oct

Peta Makhroj Khuruf

Satu Khuruf, Satu Ketukan

20 Oct

Saudaraku…

Dilihat dari cara membacanya, Alqur’an adalah deret khuruf, yang masih-masing khurufnya mempunyai hak ketukan yang sama.

Satu khuruf, satu ketukan !

Satu khuruf satu ketukan. Setiap ketukan mempunyai durasi yang sama, tetap dan teratur. Deret kata di atas terdiri atas 6 khuruf. Berarti, diperlukan pengucapan 6 khuruf dengan 6 ketukan yang sama.

Bila satu ketukan jatuh setiap satu detik, maka diperlukan waktu 6 detik untuk membacanya   secara benar. Ketukan pertama untuk bunyi “WA” dan terakhir ketukan ke-6 pada detik ke-6 untuk bunyi khuruf “MU”.

Sebaiknya anda mencoba mempraktekkannya dengan seksama. Mintalah teman anda agar ikut memperhatikan apa yang anda baca. Pada latihan ini, ketepatan bunyi khuruf dan ketepatan penggunaan ketukan menjadi prioritas utama penilaian.

Sebelum anda memulai, lakukan penyeragaman pola ketukan terlebih dulu dari ketukan pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan keenam.

Tu, wa, ga, pat, ma, nam   (= 6 ketukan, 6 detik). Lakukan berkali-kali. Setelah  anda merasakan pola ketukannya konstan, barengkan bunyi ketukan dengan bunyi tulisan arabnya.  Oke… ? Anda bisa ?

Untuk penguasaan terbaik, lakukan berulang-ulang, sampai anda merasakan  bahwa bacaan anda telah benar. Gimana ngukur tingkat kebenarannya ? Cukup mudah ! Pertama : benar bacaan khurufnya. Kedua: benar dan tepat pola ketukannya. Bila bunyi khuruf sudah bareng dengan  durasi ketukannya, anda sudah benar !!  Kuncinya: ketukan konstan dan teratur.

Bila anda telah sukses dengan durasi ketukan 1 khuruf per detik, lakukan pengulangan latihan tersebut dengan pola ketukan yang dipercepat. Misalnya: ½ detik per 1 khuruf. Itu berarti, anda hanya perlu waktu 3 detik untuk membaca deret kata di atas, dimana satu khuruf diketuk per setengah detik.

Bila anda telah bisa, lakukan pengulangan terus. Percepat lagi !  Prinsipnya, ketukan anda tetap dan teratur. Bila ketukan jatuh tetap dan teratur, maka cara anda membaca telah benar.

Huruf Sukun (mati), Tetap Diketuk

20 Oct

Saudaraku….

Kita reviev dulu dua point pokok sebelumnya, bahwa:

1. Satu khuruf, satu ketukan

2. Spasi tidak di ketuk

Berikut ini, kita tambah lagi satu materi, yaitu Huruf Sukun (mati), tetap diketuk. Ketukannya sama, satu khuruf mati = satu ketukan. Tetap diingat: ketukan itu rata, konstan dan teratur.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:

PERHATIAN:

Khuruf mati, pembacaan bunyi konsonannya akan maju ke ketukan sebelumnya, namun hak ketukan tetap diberikan kepadanya. Hal itu terjadi agar tidak ada pemanjangan suara sebelum khuruf mati. Karena bila ada mad (suara dipanjangkan) menuju khuruf mati, pembacaan seperti itu adalah SALAH.

 

Saudaraku…

Penggalan ayat di atas, terdiri dari 3 kata,  2 spasi dan 12 khuruf. Berarti.. kalau dibaca, akan ada 12 ketukan. Di antara 12 khuruf, ada 4 khuruf mati. Hak ketukan ke-4 khuruf mati tersebut tetap sama.

Pada kesempatan ini, penulis akan menjabarkan cara membaca huruf sukun berikut sifat ketukannya. INI SANGAT PENTING ! Sehingga anda harus mengingatnya kuat-kuat. Kesalahan yang terjadi karena ketukan khuruf mati yang terlalu cepat, menyebabkan bacaan anda akan menyalahi ‘urf quro (kebiasaan/standarisasi qiroat). Dengan sendirinya, bancaan anda akan menjadi JELEK !

Perhatikan panduan praktek berikut ini:

  1. Pada ketukan ke-2, anda akan mengucapkan “QUL”. Tahan lidah anda pada posisi khuruf  “L” hingga ketukan ke-3 selesai. Lepaskan lidah anda dari posisi khuruf  “L” sebelum jatuh pada  ketukan ke-4, saat anda harus mengucapkan “AS”.
  2. Pada ketukan ke-4, anda akan mengucapkan “AS”. Tahan lidah anda pada posisi khuruf  “S” hingga ketukan ke-5 selesai. Lepaskan lidah anda dari posisi khuruf  “S” sebelum jatuh pada  ketukan ke-6, saat anda harus mengucapkan “LAM”.
  3. Pada ketukan ke-6, anda akan mengucapkan “LAM”. Tahan lidah anda pada posisi khuruf  “M” hingga ketukan ke-7 selesai. Lepaskan lidah anda dari posisi khuruf  “M” sebelum jatuh pada  ketukan ke-8, saat anda harus mengucapkan “TU”.
  4. Pada ketukan ke-9, anda akan mengucapkan “WAJ”. Tahan lidah anda pada posisi khuruf  “J” hingga ketukan ke-10 selesai. Lepaskan lidah anda dari posisi khuruf  “J” sebelum jatuh pada  ketukan ke-11, saat anda harus mengucapkan “HI”.

Catatan: untuk pendalaman cara baca khuruf JIM sukun, akan dibahas tersendiri pada materi ‘ketukan huruf qolqolah’. Untuk sementara, praktekkan dulu seperti petunjuk di atas.

Saudaraku…

Agak ribed ya ?  Hmmm.. tapi memang begitulah cara membacanya. Anda harus berlatih terus, supaya lebih memahami cara dan sifat bacaan huruf sukun ini.

Sebenarnya… Bingung juga penulis menuangkan dalam bentuk tulisan.  Tapi, yang sederhana ini mudah-mudahan dapat membantu. Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat.

 

 

SPASI tidak diketuk

20 Oct

Saudaraku…

Sebagaimana bahasa lainnya yang memisahkan penulisan kata per kata, bahasa Alqur’an juga demikian. Penulisan satu kata akan di pisahkan dengan kata berikutnya. Jadi… antara satu kata dengan kata berikutnya, terdapat tempat kosong (baca : spasi).

Saudaraku…

Ketahuilah, bahwa sekalipun spasi memakan tempat, namun spasi tidak terbaca, karena tidak ada tulisan khurufnya kan ?

Oleh karena itu, SPASI tidak mempunyai hak ketukan. Perhatikan kasus berikut ini:

Saudaraku…

Mengetahui pedoman ini cukup penting. Kenapa ? Kebanyakan orang tidak memperhatikan prinsip ini, sehingga salah dalam membaca Alqur’an.

Dari pengamatan banyak kasus dalam mengajar Alqur’an, penulis mendapati kesalahan ini cukup dominan terjadi. Dimana kebanyakan orang ‘TELAT MIKIR’ ketika membaca khuruf/kata  setelah SPASI, sehingga khuruf yang seharusnya pendek di baca panjang.  Keterlambatan ketukan, berarti pemanjangan suara khuruf. Pemanjangan suara khuruf yang tidak pada tempatnya akan mengubah arti bacaan Alqur’an.

Untuk latihan yang ringan, cobalah anda belajar membaca contoh deret kata di atas. Tiga kata di atas, semuanya terdiri atas 7 huruf. Jada pada kasus di atas, hanya ada 7 ketukan saja. Tolong diingat, SPASI itu tidak mendapat ketukan. Dan…. setiap ketukan itu harus mempunyai durasi waktu yang tetap dan teratur.

Silahkan anda mencoba sesuai kemampuan anda. Satu khuruf per detik ? Silahkan dicoba ! Satu khuruf per setengah detik juga boleh ?! Atau… gandakan kemampuan anda dengan membaca satu khuruf per seperempat detik !! Prinsipnya : KETUKAN ITU TETAP dan TERATUR !!

Untuk diingat baik-baik : SPASI  TIDAK MENDAPAT KETUKAN.

Satu Khuruf ber-Tasydid = 2 ketukan

20 Oct

Saudaraku…..

Kita reviev dulu dua point pokok sebelumnya, bahwa:

1. Satu khuruf, satu ketukan

2. Spasi tidak di ketuk

3. Khuruf sukun (mati), tetap diketuk

 

Nah… sekarang kita tambah satu pembahasan lagi tentang hak ketukan khuruf bertasydid.

Saudaraku….

Khuruf bertasydid, mempunyai hak 2 ketukan. Mengapa 2 ketukan ? Karena pada dasarnya, khuruf bertasydid itu adalah khuruf sama berganda. Namun untuk penyederhanaan, cukup ditulis satu khuruf saja dan ditandai dengan tasdid.

Mari kita simak, pola ketukan khuruf bertasydid sebagaimana contoh kasus berikut. Perhatikan khuruf yang berwarna merah. Khuruf JIM bertasydid.

 

Pada ketukan ke-2, anda akan mengucapkan “’AJ”. Tahan lidah anda pada posisi khuruf  “J” hingga ketukan ke-4 dan lepaskan bersamaan dengan pengucapan “JA” pada ketukan ke-4.

Saudaraku…

Hak 2 ketukan pada khuruf bertasydid, tidak berlaku pada dua khuruf yaitu khuruf “MIM” bertasydid dan khuruf “NUN” bertasydid.  Pada khuruf MIM dan NUN, berlaku hukum sendiri, dimana hak ketukannya malah bertambah menjadi 4 ketukan. Untuk penjelasan lebih lanjut, akan dibahas di materi tentang GHUNNAH.

Demikian hak ketukan pada khuruf bertasydid (berlaku untuk khuruf-khuruf selain khuruf MIM dan NUN). Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Ingat terus….. “KHURUF BERTASYDID, berhak mendapat 2 ketukan”

MAD SHILAH QOSHIROH

17 Oct

 

Mad Shilah Qashirah yaitu pemanjangan suara pada khuruf HA dlomir (suara HII atau HUU kata ganti orang ketiga tunggal) dengan syarat tidak diikuti khuruf hamzah sesudahnya. Suara HII atau HUU pada kata ganti orang ketiga, akan dipanjangkan ketika diapit oleh khuruf-khuruf hidup. Pemanjangan suara pada khuruf HA dlomir tidak disebabkan oleh khuruf mad, tetapi karena diapit oleh khuruf hidup, dengan tujuan agar bacaannya menjadi mudah.

Penambahan khuruf hamzah sesudahnya mengakibatkan kasus mad berbeda yang bernama Mad Shilah Thowilah.

Mad Shilah Qoshiroh panjangnya 2 ketukan saja.

 

Contoh Mad Shilah Qoshiroh adalah:

 

Bagaimana cara membacanya ?

MAD TAMKIN

17 Oct

Mad Tamkin yaitu mad yang terdapat pada huruf ya’ berganda, dimana Ya yang pertama bersimbol Tasydid Kasroh, dan Ya yang kedua bersimbol sukun/mati. Syaratnya adalah apabila ia tidak diikuti lagi dengan khuruf hidup yang dimatikan (karena ada di akhir bacaan), karena kasus demikian itu akan berubah nama menjadi Mad ‘Aridl Lissukun.

Panjang Mad Tamkin adalah 2 ketukan saja.

Contoh Mad Tamkin adalah:

 

Bagaimana cara membacanya ?